Dukung Gerakan NTB Berzakat, Gubernur Minta BAZNAS Optimalkan Pengelolaan ZIS
Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat komitmen bersama untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di NTB.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan bahwa Indonesia dikenal sebagai negara dengan tingkat kedermawanan tertinggi di dunia berdasarkan World Giving Index. Hal tersebut menunjukkan kuatnya budaya berbagi dan semangat filantropi masyarakat.
“Setiap kegiatan charity di Indonesia hampir selalu dipenuhi antusiasme dan dukungan donasi yang besar. Ini bukan hal yang mudah ditemukan di banyak negara lain. Semangat berbagi ini harus terus kita jaga dan perkuat,” ujar Gubernur.
Ia menegaskan, zakat tidak boleh menjadi isu eksklusif, tetapi harus menjadi bagian dari budaya keseharian masyarakat.
“Ketika zakat menjadi budaya bersama, maka dampaknya akan sangat besar bagi pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap Gerakan Zakat NTB, Gubernur menyerahkan infak pribadi sebesar Rp30 juta, sementara Wakil Gubernur NTB turut berkontribusi sebesar Rp20 juta.
Langkah ini diharapkan menjadi teladan sekaligus motivasi bagi ASN, dunia usaha, dan masyarakat luas untuk aktif berpartisipasi dalam gerakan zakat di NTB.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kejaksaan Tinggi, pimpinan OPD lingkup Pemprov NTB, serta mitra strategis seperti Bank NTB Syariah, DPR, Jamkrida, dan GNE mencerminkan kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat peran zakat bagi kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Ketua BAZNAS NTB, Dr. Lalu M. Iqbal Murad, MA, memaparkan capaian pendistribusian dan pendayagunaan zakat sepanjang 2025.
Sepanjang tahun tersebut, BAZNAS NTB telah menyalurkan manfaat zakat kepada 38.612 jiwa di seluruh wilayah NTB. Penyaluran tersebut mencakup bantuan konsumtif bagi delapan asnaf, serta penguatan program pemberdayaan ekonomi produktif.
“Hingga saat ini, hampir 400 mustahik telah diberdayakan melalui program ekonomi produktif berbasis zakat,” jelasnya.
Program tersebut difokuskan pada penguatan usaha ultra mikro dan mikro, dengan harapan mustahik dapat bertransformasi menjadi pelaku usaha mandiri.
BAZNAS NTB juga terus memperkuat sinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS RI), sehingga NTB memperoleh dukungan berbagai program nasional seperti lumbung pangan, Z-Mart, hingga beasiswa mahasiswa.
Ketua BAZNAS NTB menegaskan, seluruh dana yang dihimpun dikelola secara amanah dan transparan agar manfaat zakat dapat dirasakan luas oleh masyarakat.
Melalui kegiatan NTB Berzakat dan Talk Show Gerakan Zakat ini, diharapkan kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat semakin meningkat, sehingga zakat benar-benar menjadi instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi umat di Nusa Tenggara Barat.(Red)





Post a Comment