Safari Ramadan di Senayan, Bupati Dorong Poto Tano Jadi Lumbung Hortikultura Daerah


Poto Tano, Media NTB – Rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat tahun 2026 memasuki pelaksanaan ke-7 yang digelar di Masjid Darul Iman, Desa Senayan, Kecamatan Poto Tano, Selasa (10/3/2026).

‎Kegiatan yang dihadiri Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si. bersama Wakil Bupati Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, para asisten dan staf ahli serta jajaran Kepala Perangkat Daerah tersebut, menjadi momentum silaturahmi dengan masyarakat sekaligus sarana penyampaian berbagai program pembangunan daerah.

‎Dalam laporannya, Camat Poto Tano, Muhlis, S.Pd., menyampaikan bahwa distribusi Kartu Sumbawa Barat Maju di Kecamatan Poto Tano telah mencapai sekitar 70 persen. Dari target sebanyak 3.670 Kepala Keluarga (KK), sebanyak 2.716 KK telah menerima kartu tersebut. Ia menjelaskan bahwa belum tuntasnya distribusi kartu sebagian disebabkan oleh kondisi masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani sehingga sering tidak berada di rumah saat proses pendistribusian dilakukan.

‎Selain itu, program rehabilitasi rumah tidak layak huni di Kecamatan Poto Tano menargetkan 18 unit rumah. Dari jumlah tersebut, tiga unit telah selesai 100 persen, sementara sisanya masih dalam proses pengerjaan dengan progres rata-rata sekitar 60 persen.

‎Camat juga melaporkan bahwa kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Poto Tano relatif aman dan kondusif. Namun demikian, terdapat empat desa yang akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) pada tahun ini, yaitu Desa Kokarlian, Tua Nanga, Tambak Sari, dan Tebo. Pemerintah kecamatan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas untuk menjaga stabilitas keamanan di tengah masyarakat.

‎Terkait kondisi infrastruktur, Camat Poto Tano menyebutkan bahwa saat musim hujan terdapat dua titik rawan yang kerap menjadi persoalan, yakni di Desa Kiantar Sagena serta pada jalur baru Senayan–Lamusung. Pemerintah kecamatan telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, dan saat ini solusi penanganan telah disiapkan serta diharapkan dapat segera direalisasikan.

‎Dalam hal pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, masih terdapat tiga dari delapan desa yang belum memulai pembangunan karena terkendala lahan. Pemerintah kecamatan telah mewajibkan kepada desa-desa tersebut agar mengalokasikan anggaran pengadaan lahan untuk Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Perubahan. Sementara itu, pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Poto Tano dan Desa Senayan telah mencapai progres 100 persen.

‎Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., dalam sambutannya mengapresiasi para kepala desa yang telah bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat dalam percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di wilayah Poto Tano.

‎Bupati juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga suasana kondusif menjelang pelaksanaan Pilkades serentak tahun 2026 yang akan dilaksanakan di 22 desa yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat. Bupati menegaskan bahwa persaingan dalam Pilkades kerap lebih terasa karena berlangsung di tingkat pemerintahan paling dekat dengan masyarakat. Oleh karena itu, Bupati meminta dukungan seluruh pihak, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas, untuk turut menjaga suasana yang sejuk dan damai di tengah masyarakat. Tahapan Pilkades direncanakan dimulai pada September 2026 dan ditargetkan selesai pada November 2026 sehingga desa dapat langsung dipimpin oleh kepala desa definitif tanpa penunjukan penjabat sementara.

‎Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan arahan pemerintah pusat terkait pengelolaan sampah. Ia mengungkapkan bahwa Presiden Republik Indonesia menekankan pentingnya mewujudkan Indonesia yang bersih dari sampah serta ramah bagi pariwisata. Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat telah menyiapkan skema pengelolaan sampah terpadu mulai dari hulu hingga hilir.

‎Pada wilayah hulu, desa yang telah memiliki TPS3R diwajibkan mengoperasikannya secara optimal. Sementara desa yang belum memiliki fasilitas tersebut diwajibkan untuk membentuk bank sampah sebagai sarana pemilahan dan pengelolaan sampah dari masyarakat. Pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan anggaran minimal Rp100 juta bagi setiap desa untuk pengembangan bank sampah.

‎Selanjutnya pada wilayah hilir, di tingkat pengolahan akhir, pemerintah daerah akan mengembangkan sistem Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dengan dukungan mesin insinerator. Sistem ini akan diterapkan di beberapa wilayah, termasuk untuk wilayah Seteluk dan Poto Tano yang direncanakan berada di Desa Senayan. Sisa residu dari pengolahan tersebut nantinya akan dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) induk di Batu Putih yang telah menggunakan sistem sanitary landfill. Skema ini ditargetkan dapat berjalan secara penuh pada tahun 2027.

‎‎Bupati juga menegaskan pentingnya percepatan distribusi Kartu Sumbawa Barat Maju dan menargetkan agar seluruh kartu yang belum terdistribusi dapat diselesaikan paling lambat akhir April. Pemerintah kabupaten akan menyampaikan daftar penerima yang belum mendapatkan kartu agar pemerintah desa dapat mengatur jadwal distribusi bersama tim dari kabupaten.

‎Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa tidak semua penerima Kartu KSB Maju langsung mendapatkan saldo bantuan pada saat kartu diterima. Dari total 51.915 kepala keluarga di Kabupaten Sumbawa Barat, sekitar 43 ribu diantaranya telah menerima bantuan, baik dalam bentuk tunai maupun non tunai. Meski demikian, kepemilikan Kartu KSB Maju tetap memberikan berbagai manfaat layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat ketika memenuhi kriteria program. Misalnya, apabila terdapat anggota keluarga yang sakit dan harus dirujuk untuk mendapatkan perawatan di luar daerah, pemegang kartu berhak memperoleh bantuan pendamping pasien rujukan sebesar Rp1.500.000. Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan TRC Ambulans untuk mendapatkan kunjungan ke rumah dan penanganan medis dari tenaga kesehatan, termasuk juga pemberian obat secara gratis. Layanan ini tidak hanya diperuntukkan saat kondisi darurat, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk penanganan kesehatan non-kegawatdaruratan. Seluruh pelayanan yang diberikan melalui TRC Ambulans tersebut tercatat dan terintegrasi dalam sistem Kartu KSB Maju.

‎Di akhir sambutannya, Bupati juga mendorong pengembangan sektor hortikultura di Kecamatan Poto Tano. Ia menilai potensi pertanian sayur-sayuran di wilayah ini cukup besar dan dapat menjadi sumber peningkatan pendapatan masyarakat, mengingat beberapa kelompok masyarakat di Poto Tano telah berhasil mengembangkan usaha pertanian sayur dengan pendapatan yang cukup menjanjikan. Bupati bahkan mengusulkan agar Desa Senayan dapat dikembangkan sebagai desa hortikultura.

‎Menurut Bupati, kebutuhan sayur di daerah masih banyak dipasok dari luar wilayah, sementara peluang pasar di Kabupaten Sumbawa Barat cukup besar. Oleh karena itu, pemerintah daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian siap memberikan dukungan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, yang ingin mengembangkan usaha hortikultura. Dengan pengembangan tersebut, Kecamatan Poto Tano diharapkan dapat menjadi lumbung hortikultura kabupaten.

‎Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat. Bantuan dana hibah diberikan kepada Majelis Nisaul Jannah Desa Tambak Sari sebesar Rp20 juta, Majelis Taklim Mar’atussalihat Desa Kokarlian sebesar Rp20 juta, serta Majelis Yayasan Al-Masri Hamzah Indonesia di Dusun Senayan Atas, Desa Senayan sebesar Rp100 juta. Selain itu, turut diserahkan bantuan paket sembako bagi lansia sebanyak 150 paket, yang berasal dari Pemerintah Daerah sebanyak 100 paket, Baznas KSB sebanyak 25 paket, dan TP PKK sebanyak 25 paket.

‎Melalui kegiatan Safari Ramadan ini, diharapkan dapat mempererat hubungan pemerintah daerah dengan masyarakat sekaligus memastikan berbagai program pembangunan daerah dapat diketahui masyarakat, berjalan dengan baik serta memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat. (nqf/red)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.